Bisnis Sukses Minyak Goreng Bekas

energywatch.co.id – Pernahkah terpikir oleh Anda, apa yang akan dilakukan oleh tukang gorengan dengan minyak jelantahnya yang jumlahnya banyak? Apakah akan terus digunakan atau dibuang? Jika dibuang, bagaimana cara mereka membuangnya?

Minyak goreng bekas atau minyak jelantah adalah limbah rumah tangga yang banyak dihasilkan oleh masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai penggemar masakan yang digoreng. Sebagai limbah, minyak jelantah kerap diperlakukan tidak semestinya, yaitu langsung dibuang ke saluran pembuangan di rumah atau di kali.

Sesuai dengan sifatnya, minyak goreng bekas yang mengalami pendinginan dapat berubah menjadi beku sehingga membuat saluran pembuangan tersumbat. Selain itu, sisa-sisa minyak jelantah yang terbuang akan menjadi sumber pencemaran air dan tanah yang dilewatinya. Karena, sisa makanan yang ada di minyak jelantah, dapat menjadi sumber kuman dan penyakit yang bisa membahayakan kesehatan lingkungan.

minyak jelantah

 

Perkembangan teknologi energi menghadirkan energi alternatif yang disebut dengan energi terbarukan yang salah satunya adalah energi biodiesel. Bahan dasar biodiesel menggunakan minyak jelantah, sehingga tanpa kita sadari terdapat nilai ekonomis dari minyak bekas ini. Bukan hanya di Indonesia, negara-negara Eropa dan sejumlah negara di Asia telah menggunakan energi biodiesel dan  menjadi negara tujuan ekspor minyak jelantah ini.

Bila disimpulkan, berikut ini alasan untuk mengumpulkan minyak jelantah:

  1. Mengedukasi Bahaya Pencemaran Minyak Jelantah

Pengumpulan minyak jelantah harus dibarengi dengan edukasi tentang limbah rumah tangga terutama minyak goreng bekas. Dengan demikian, ada motivasi dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan lingkungan dengan mengumpulkan minyak jelantah dan tidak membuangnya ke saluran air begitu saja.

  1. Nilai Ekonomis dari Minyak Jelantah

Upaya masyarakat untuk mengumpulkan minyak jelantah kemudian dihargai dengan membeli setiap jerigen yang ada untuk dijadikan bahan bakar energi biodiesel. Setiap rumah tangga dapat menyimpan minyak jelantah mereka dan akan dipick up dalam waktu tertentu oleh pengepul. Sehingga minyak jelantah ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi rumah tangga.

Baca Juga : Kampus Energi Terbarukan dan Prospeknya

  1. Mengedukasi Fungsi Minyak Jelantah Sebagai Bahan Dasar Energi Biodiesel yang Ramah Lingkungan dan Murah

Energi biodiesel adalah energi masa depan yang harus dimasyarakatkan penggunaannya dari sekarang. Ramah lingkungan dan murah bahan bakarnya adalah syarat energi yang menjaga keberlangsungan bumi kita. Minyak jelantah adalah bahan bakar biodiesel yang sangat mudah didapatkan. Akan lebih baik jika di lingkungan masyarakat tersebut juga tersedia sumber energi biodiesel.

minyak jelantah untuk biodiesel

Sehingga setiap masyarakat mempunyai peran menjadi penyumbang bagi energi ini. Namun, untuk pembuatannya, dibutuhkan peran pemerintah karena biayanya tidaklah murah. Sehingga minyak jelantah ini lebih banyak diekspor ke luar negeri, ke negara-negara yang telah memiliki pembangkit energi biodiesel.

Berikut ini hitungan kasar untuk nilai ekonomis minyak jelantah:

  1. Modal

  • Minyak Jelantah

Harga yang biasanya dibeli dari masyarakat dengan harga Rp.2.500/liter (minimal).

  • Jerigen 

Harga ukuran 20 liter @Rp.40.000.

Sehingga secara kasar biaya bahan baku minyak jelantah dalam 1 jerigen 20 liter = Rp. 50.000 + Rp.40.000 = Rp. 90.000 @Rp.4.500/liter.

  1. Harga Jual

Minyak jelantah dijual ke pengepul dengan harga Rp.5.000/liter

  1. Keuntungan

Keuntungan yang didapat = Rp.5.000 – Rp.4.500 = Rp. 500/liter

Jumlah keuntungan akan terlihat mengagumkan dalam jumlah besar. Jika pengepul bisa mengirimkan 5 ton perminggu, bisa dibayangkan berapa keuntungan yang bisa didapat.

Setelah mengetahui keuntungan bisnis minyak jelantah, ada baiknya kita juga paham manfaat-manfaat dari minyak jelantah:

  1. Bahan Bakar Biodiesel

Berdasarkan penelitian, minyak jelantah sangat baik sebagai bahan bakar biodiesel. Minyak jelantah akan diproses dengan cara memberikan aliran listrik. Kemudian minyak ini akan terbagi menjadi dua lapisan yaitu lapisan berwarna cokelat yang merupakan lapisan gliserol dan lapisan atas berwarna kuning keruh yang merupakan lapisan biodiesel.

  1. Bermanfaat Sebagai Pakan Unggas

Tidak banyak yang tahu bahwa minyak jelantah dapat menjadi pakan untuk ayam dan unggas misalnya burung puyuh. Caranya dengan memurnikan minyak jelantah untuk menghilangkan sifat karsinogenik yang merupakan racun. Ada tiga tahapan yang harus dilewati yaitu pemisahan gum, netralisasi dan pemucatan. Setelah diproses ketiga, baru bisa dicampurkan ke pakan burung puyuh.

  1. Aromaterapi

Pemanfaatan lain dari minyak jelantah adalah menjadikannya sebagai salah satu bahan aromaterapi.

pemanfaatan minyak jelantah

Cara pembuatannya bisa dilihat dari video-video Youtube yang dibagikan secara gratis.

  1. Pupuk Tanaman

Penggorengan berulang pada minyak membuat reaksi yang menghasilkan asam lemak jenuh tinggi. Setelah diolah, minyak jelantah ini dapat digunakan sebagai pupuk tambahan, penunjang pupuk dasar seperti pupuk kandang atau kompos.

  1. Bahan Bakar Lampu Minyak

Zaman dahulu sebelum listrik tersedia di semua tempat, minyak jelantah telah digunakan untuk bahan bakar lampu minyak dengan sumbu dari kain bekas. Saat ini dengan naiknya tarif listrik ataupun dengan seringnya pemadaman, hal ini bisa diterapkan lagi.

Minyak jelantah merupakan limbah yang tidak bisa larut di air sehingga dapat mencemari lingkungan. Pemanfaatan limbah menjadi bahan bakar biodiesel merupakan solusi terbaik yang bermanfaat bagi manusia. Peran serta masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan mengumpulkan limbah minyak jelantahnya, dan peran pemerintah mewujudkan energi biodiesel hingga ke tingkat desa merupakan kerjasama yang baik. Jadi, minyak jelantah tidak hanya menjadi komoditi ekspor namun juga dimanfaatkan untuk sumber energi alternatif pengganti energi fosil.

 

Share

You may also like...