Dampak Lingkungan Akibat Maraknya Perkebunan Sawit di Indonesia

Sudah tidak asing lagi bahwa saat ini Indonesia adalah salah satu produsen terbesar kelapa sawit. Jenis tanaman yang satu ini sendiri termasuk tanaman pendatang, di mana tempat asal dari kelapa sawit adalah dari Afrika. Tanaman yang mirip dengan pohon kelapa ini memang menjadi salah satu komoditi terbesar di Indonesia. 

Karena menjadi salah satu komoditi terbesar inilah membuat perkebunan kelapa sawit menjadi semakin marak. Hal ini tentu saja memberikan banyak sekali dampak negatif dan positif bagi lingkungan. Walaupun secara ekonomi memang sangatlah membantu, namun dampak lingkungan yang dirasakan tidak bisa diabaikan. 

Dampak Negatif Perkebunan Sawit Terhadap Lingkungan di Indonesia 

Secara garis besar dampak negatif perkebunan sawit yang ada di Indonesia dibagi menjadi 2, yaitu dampak langsung dan tidak langsung. Hal ini harus bisa kita bahas secara mendalam, karena ini berhubungan dengan lingkungan masyarakat sekitar yang tinggal dekat dengan perkebunan kelapa sawit. Berikut ini adalah dampak negatif maraknya perkebunan kelapa sawit terhadap lingkungan: 

kelapa sawit

1. Merusak Hutan 

Dampak negatif pertama dari perkebunan sawit terhadap lingkungan adalah dapat merusak hutan. Pembukaan lahan perkebunan sawit sendiri harus mengorbankan hutan sebagai tempat penanaman. Tentu saja ini sangatlah mengkhawatirkan, mengingat bahwa pada tahun 2020 sendiri lahan kelapa sawit diperluas menjadi 13 hektar. 

Kondisi akan diperparah karena pada tahun 2025 sendiri aka nada perluasan sekali lagi untuk perkebunan kelapa sawit sebesar 26 hektar. Tentu saja ini menjadi masalah baru yang harus dipikirkan secara bersama-sama. Belum lagi sebanyak 80 persen lahan hutan ditebangi secara illegal dan semua dilakukan dengan cara melakukan pembakaran hutan. 

Pembakaran hutan yang terlalu berlebihan tidak hanya mengancam satu tempat saja, tapi juga bumi. Di mana akan terjadi efek rumah kaca yang akan membuat pemanasan global semakin parah. Bukan hanya itu saja asap dari pembakaran tentu saja akan merusak lapisan ozon dan berakibat fatal di masa depan. 

2. Mengancam segala macam hewan yang ada di hutan 

Penggundulan hutan secara terus menerus tentu saja akan mengganggu habitat asli hewan endemic yang ada di Indonesia. Hal ini sudah pasti akan terjadi, mengingat bahwa hutan adalah tempat tinggal para hewan baik yang langka ataupun tidak. Habitat yang rusak sudah pasti akan membawa akibat buruk di mana hewan-hewan akan kehilangan rumah serta pakan. 

Tidak hanya itu saja, hewan-hewan pun tidak memiliki tempat berlindung yang aman. Terlebih lagi hewan langka yang sudah harus kita jaga. Akan ada banyak perburuan liar yang akan terjadi karena banyaknya hewan yang tidak dapat bersembunyi. Potensi inilah yang harus diwaspadai, di mana sudah pasti akan juga berakibat sangat fatal apabila terus terjadi. 

3. Emisi karbondioksida akan terus meningkat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa kebanyakan penggundulan hutan untuk membuka lahan perkebunan sawit dilakukan dengan cara membakarnya. Cara ini sendiri sangatlah buruk dan juga sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga bumi. Penggundulan hutan sudah pasti akan membuat produksi oksigen berkurang dan membuat polusi udara semakin meningkat. 

Tidak hanya itu saja, emisi karbondioksida sudah jelas akan meninggi dan mampu naik ke atmosfer. Hal ini akan membuat lapisan ozon terluka ataupun berlubang dan membuat bumi menjadi panas. Panas bumi ini tentu saja berakibat sangat fatal, di mana pemanasan global akan membuat kerusakan fatal pada alam. 

4. Erosi tanah semakin mengancam 

Penggundulan hutan yang diperuntukan untuk membuka lahan perkebunan sawit juga akan membuat erosi tanah semakin besar. Seperti yang sudah diketahui bahwa akar pepohonan akan mencengkram tanah dan membuatnya menjadi stabil dan tidak mudah longsor. 

Bayangkan jika pohon-pohon ini habis? Sudah pasti tanah tidak akan stabil dan membuat bencana banjir dan longsor tidak dapat terhindar lagi. Bukan hanya bencana yang terjadi tetapi pendangkalan sungai pun akan membuat kerugian bagi masyarakat yang masih menggantungkan hidup dari air sungai. Ekosistem akuatik pun juga akan terancam dan air juga sudah tidak bisa lagi digunakan oleh masyarakat dan hewan untuk bertahan hidup. 

5. Masyarakat kehilangan tanah untuk agraria

Masalah yang satu ini juga menjadi salah satu dampak negatif yang sangat mengkhawatirkan. Lahan yang biasanya digunakan oleh warga sekitar untuk bercocok tanam dan juga menjadi mata pencaharian utama akan terganggu atau bahkan hilang. Tentu saja ini membuat masyarakat akan kesulitan untuk bertahan hidup. 

Melihat dampak negatif terhadap lingkungan akibat maraknya perkebunan sawit yang dibuat menjadi problem yang harusnya dapat dipikirkan secara serius oleh pemerintah. Apalagi ini berkaitan dengan kerusakan alam yang sudah pasti akan berdampak buruk bagi bumi. Sudah seharusnya pemerintah kembali memikirkan untuk tetap menjaga lingkungan. 

Share

You may also like...