Lebih Baik Hutang Produktif dan Hutang Konsumtif?Simak Ulasannya!

energywatch.co.id – Dalam kehidupan tentunya Anda harus terhindar dari berbagai hutang yang dapat mengganggu keharmonisan dalam kehidupan. Sebab hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas dan ketentraman dalam hidup. Faktor inilah yang membuat banyak orang untuk menghindari hutang dan tidak ingin untuk mengambil resiko terlalu jauh, karena faktor tenang dan nyamannya. 

Namun kegiatan berhutang terkadang tidak dapat untuk dihindarkan, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya seiring meningkatnya kebutuhan dalam hidup dan menyelesaikan permasalahan yang kompleks. Hal ini membuat berhutang menjadi salah satu kebutuhan, tetapi Anda tahu mengenai hutang produktif dan konsumtif?simak penjelasannya berikut ini. 

Mengenal Hutang Produktif dan Konsumtif

Hutang Produktif 

Menjadi salah satu resiko hutang yang memiliki manfaat dan tujuan yang baik, karena bertujuan untuk menambah dan memperluas jaringan usaha. Sehingga dapat menambah pendapatan yang besar di kemudian hari. Untuk itu, hutang produktif sangat cocok untuk Anda yang mempunyai pandangan dan dapat mengembangkan bisnis yang dikelola. 

Karena tujuan dari hutang produktif adalah untuk dapat memutar pinjaman dan menjadi penghasilan yang berlimpah. Dengan begitu, Anda dapat memperhitungkan dan mempertimbangkannya untuk kebutuhan jangka panjang. Oleh karena itu, butuh konsistensi dan kepercayaan untuk dapat menyelesaikan dan memanfaatkannya dengan maksimal. 

Hal ini cocok untuk Anda yang berkeinginan investasi, kebutuhan pendidikan, memperluas pasar usaha atau bisnis, dan berbagai agenda yang menguntungkan. Tetapi Anda harus memperhitungkan dan mempertimbangkan berbagai kebutuhannya. Jangan sampai Anda pinjam diluar kemampuan Anda untuk mengembalikannya. 

Hutang Konsumtif

Ditujukan untuk beberapa orang yang gemar membeli barang atau produk yang tidak menambah nilai jual, tetapi malah mengalami penurunan. Tentunya kegiatan seperti ini harus Anda hindari. Karena buruk untuk keuangan Anda di masa mendatang dan mengakibatkan Anda tidak tentram, aman, dan nyaman dalam menjalani kehidupan. 

hutang produktif dan hutang konsumtif

Untuk itu, Anda harus bijak dan jangan sampai godaan mata mempengaruhi pikiran dan melakukan tindakan yang ceroboh dan merugikan. Apalagi berhutang demi gaya hidup atau lifestyle, misalnya membeli tas, sepatu, dan pakaian branded lainnya. Jika memang tidak terjangkau untuk membeli harus menyesuaikan atau menabung terlebih dahulu. 

Tindakan seperti ini tentunya Anda harus menghindarinya dan jangan sampai terjebak oleh berbagai penawaran yang pinjaman online. Karena kalau tidak ada kebutuhan mendesak, lebih baik untuk menghindarinya. Jangan sampai Anda terjebak oleh kehidupan yang mempersulit diri Anda kedepannya. 

Baca Juga : Melihat Beberapa Sumber Energi Listrik Tanah Papua

Bijak Dalam Berhutang

Ditengah maraknya pinjaman online yang mudah dan cepat dalam prosesnya membuat beberapa orang tertarik untuk mencoba. Apalagi di era sekarang berbagai kebutuhan dapat didapatkan dengan mengajukan kredit. Sehingga terkadang membuat Anda terjebak dan mengambil alternatif cepat dengan berhutang untuk mendapatkan barang tersebut. 

Tetapi Anda harus melihat dan memperhitungkannya dengan jelas serta lebih matang, karena jika Anda terlena dengan godaan tersebut akan berdampak buruk untuk kedepannya. Caranya Anda dapat memperhitungkan kebutuhan pokok terlebih dahulu, baik kebutuhan sehari-hari, kebutuhan investasi, dan sebagainya. 

Apabila Anda mampu untuk membayar beberapa hutang yang ada, Anda harus dapat mempertimbangkan dan memperhitungkannya dengan baik. Rekomendasi terbaik dari kami yaitu, Anda tidak boleh berhutang lebih dari 20 sampai 30 persen penghasilan yang didapat. Jika berlebih mending untuk menunda atau tidak sama sekali. 

Sebab akan berakhir pada berbagai kerugian yang besar dan menyebabkan semuanya menjadi tidak sesuai dengan perhitungan. Untuk itu Anda harus bijak dan sabar sebelum bertindak, terutama berhutang pada kebutuhan konsumtif. 

Tips Terhindar Hutang Konsumtif

Kenapa untuk menghindari hutang konsumtif?karena untuk menghindari Anda dari kerugian dibandingkan dengan hutang produktif yang dapat menambah penghasilan setiap bulannya. Ada beberapa tips yang dapat lakukan dan perhatikan untuk menghindari hutang konsumtif, diantaranya sebagai berikut :

1. Tidak lebih dari 20 sampai 30 persen

Jika penghasilan Anda lebih dari pinjaman, otomatis akan berat dan sulit untuk Anda melunasi beberapa hutang yang ada. Sehingga Anda harus memberikan batasan terhadap diri sendiri apabila tidak bisa menghindari hutang. Dengan begitu, Anda dapat memperhitungkannya dengan jelas dan pasti. 

2. Pikir Ulang

Apabila Anda hendak membeli barang, hal pertama harus memikirkan kebutuhannya penting atau tidak. Jika memang belum lebih baik untuk membatalkan pembelian dan jangan terlalu terburu-buru daripada menambah hutang. 

3. Melek Finansial

Anda harus mempelajari dan memahami pengetahuan tentang finansial, sehingga dapat membantu Anda dapat alokasi dana. Baik untuk kebutuhan bulanan, kebutuhan darurat, kebutuhan senang-senang, dan tabungan. Dengan begitu Anda dapat menghitung dan mempertimbangkannya. 

Mana yang Lebih Baik Hutang Produktif dan Konsumtif?

Kalau melihat berbagai kebutuhan dan kepentingan, rasanya hutang produktif memang lebih baik dibandingkan dengan hutang konsumtif. Tetapi keduanya harus diingat dan diperhitungkan dengan matang dan jelas. Jangan lebih dari pendapatan yang dimiliki, kalau berlebih akan membuat perencanaan dan impian akan berantakan. 

Demikianlah pembahasannya, semoga dengan adanya informasi tersebut membuat Anda lebih paham dan tidak sembarangan dalam berhutang. 

 

Share

You may also like...