Mengenal Energi Listrik Panas Bumi dan Negara Penganutnya

energywatch.co.id – Berbagai inovasi dan kemajuan teknologi terus dikembangkan untuk menggantikan teknologi lama menuju teknologi yang lebih baru dan canggih. Tidak terkecuali perkembangan pembangkit tenaga listrik didunia, baik menggunakan nuklir, uap, air dan sekarang ini banyak dimanfaatkan adalah energi listrik dari panas bumi. 

Perkembangannya teknologi ini sudah lama dibuat dan digunakan oleh Amerika serikat, tetapi meningkatnya kebutuhan akan listrik dunia beberapa negara mulai memanfaatkan dan mencari energi terbarukan untuk memenuhinya. Pemanfaatan listrik panas bumi telah digunakan oleh 24 negara dan ini menjadi energi terbaru yang harus dimanfaatkan. 

Beberapa Daftar Negara Memanfaatkan Listrik Panas Bumi

Sebagai energi terbarukan membuat panas bumi menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik di dunia yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Teknologi panas bumi telah hampir dimanfaatkan oleh 24 negara, tetapi sekarang ini hanya 10 negara yang telah maksimal dan meningkatkannya dalam memanfaatkannya.

energi listrik panas bumi

Amerika Serikat masih menjadi pelopor utama dalam peningkatan energi listrik panas bumi dengan mampu menghasilkan tenaga lebih 3.500 megawatt. Berdasarkan informasi dari Thinkgeoenergy tahun 2018 memberikan dan menempatkan Indonesia pada posisi kedua untuk pemanfaatan listrik panas bumi dengan kapasitas tenaga sebesar 1.984 megawatt, dan posisi ketiga disusul oleh Filipina dengan kapasitas mencapai 1.868 megawatt.

Beberapa negara lainnya terdiri dari Turki 1.200 mw, Selandia Baru 1.005 mw, Mexico 951 mw, Itali 944 mw, Islandia 755 mw, Kenya 676 mw, Jepang 542 mw dan sekitar 889 mw dimanfaatkan oleh beberapa negara di dunia. Berdasarkan data dari artikel tersebut membuat pemanfaatan energi panas bumi secara global mencapai hampir 15.000 megawatt. Hal ini penambahan pabrik baru di Selandia Baru dan Turki.

Baca Juga : Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia 

Mengenal Teknologi Listrik Panas Bumi 

Mungkin dari kamu masih bertanya-tanya seperti apa sih teknologi yang digunakan dalam proses menghasilkan listrik dari panas bumi? Sebenarnya prosesnya masih sama dengan pembangkit listrik lainnya, tetapi pembedanya sumber yang didapatkan.

Proses untuk menghasilkan listrik panas bumi sekarang ini ada 3 jenis teknologi yang digunakan yaitu Dry Steam, Flash Steam, dan Binary Cycle. Ketiga jenis tersebut digunakan untuk menghasilkan dan mebangkitkan listrik tenaga panas bumi. Berikut ulasannya

1. Dry Steam Power Plants 

Teknologi ini merupakan tipe uap panas (steam) yang langsung diarahkan ke turbin dengan tujuan untuk mengaktifkan generator dan menghasilkan energi listrik.

cara kerja sistem dry steam power plant

Pada dasarnya ini merupakan teknologi lama dan tua yang masih bisa berfungsi dengan baik dan bertahan hingga sekarang. Teknologi ini masih digunakan di Amerika Serikat dan Itali. 

2. Flash Steam Power Plants

Pemanfaatan teknologi ini menggunakan air panas alam yang berada pada suhu 1.750 derajat celcius. Prosesnya uap air atau dikenal fluida dialirkan menuju tangki flash bertekanan rendah dengan harapan menghasilkan uap panas yang dapat mengaktifkan generator melalui turbin dan menghasilkan listrik untuk dinikmati penggunanya sekarang ini. 

3. Binary Cycle Power Plants

Ini merupakan teknologi baru dan berbeda dari kedua teknologi sebelumnya. Pada proses penggunaannya teknologi tidak ada yang dilepaskan secara langsung ke atmosfer dan bisa dikatakan teknologi tertutup. Keunggulan dari teknologi ini adalah dapat digunakan pada suhu yang tidak begitu tinggi dapat dimulai dari 70-1750 derajat celcius. 

Penggunaan Binary Cycle ini tidak mengalirkan uap panas menuju langsung ke turbin, tetapi air panas tersebut digunakan untuk memanaskan atau disebut working fluid pada heat exchanger. Lalu, menghasilkan uap dan heat exchanger dialirkan ke turbin dan menggerakan generator setelah itu berhasil menghasilkan listrik. 

Mengenal Listrik Panas Bumi di Indonesia

Negara Indonesia menduduki posisi kedua sebagai produsen penghasil panas bumi dan memanfaatkannya untuk memenuhi segala kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat setiap tahunnya. Indonesia sekarang ini berhasil menghasilkan listrik panas bumi hampir mencapai 1.950 megawatt. 

pembangkit listrik tenaga panas bumi di indonesia

Walaupun belum dikelola secara maksimal Indonesia telah menyalip Filipina yang sebelumnya berada di posisi kedua dan targetnya pada tahun 2022 berharap mampu menyalip AS sebagai produsen terbesar dalam pemanfaatan panas bumi di dunia. 

Indonesia memiliki potensi sumber panas bumi yang belum dikelolah secara penuh, sekarang ini totalnya Indonesia mempunyai sumber sebesar 13.440 MW atau cadangan mencapai 14.473 MW yang semuanya tersebar di 265 lokasi. Melihat sumber yang begitu besar menjadikan sumber tersebut dapat dimanfaatkan dan dijadikan energi terbarukan. 

Development Bank atau keuangan internasional Indonesia mendapatkan dukungan dana untuk mengembangkannya dan fokus untuk program listrik nasional yang ramah lingkungan dan menjadi rekomendasi dunia dalam pemanfaatan teknologi. Dukungan ini didasarkan pada kebijakan negara Indonesia dalam percepatan penurunan dan peningkatan energi tahun 2023. 

Republik Indonesia telah memanfaatkan sumber panas bumi dan dikelola oleh beberapa BUMN yang sudah menggunakan panas bumi sebagai penghasil listrik, diantaranya PT Pertamina, PT PLN, dan PT Geo Dipa Energi. Semua BUMN tersebut membantu kebijakan pemerintah dalam percepatan pengembangan energi panas bumi. Dengan begitu dapat memenuhi kebutuhan negara dan dinikmati oleh seluruh warga negara Indonesia.

 

Share

You may also like...