Mengetahui Kandungan, Proses Kerja Serta Fungsi Baterai

Dalam kehidupan sehari-hari, baterai merupakan salah satu barang yang sering digunakan untuk keperluan rumah tangga. Sebut saja pada penggunaan jam dinding, remot TV dan AC, smartphone, dan berbagai peralatan elektronik lain nya. Karena banyaknya pemakaian tersebut, tidak heran barang ini menjadi sampah yang tidak terhindarkan setelah habis dipakai. 

Sayangnya yang tidak diketahui masyarakat kita adalah baterai bekas tidak boleh dibuang sembarangan. Jenis sampah baterai bekas tergolong Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dan parahnya lagi sering dicampur dengan sampah rumah tangga lainnya ke tempat pembuangan akhir. 

Inilah alasan mengapa penting bagi Anda untuk mengetahui secara jelas mengenai kandungan dalam baterai yang ternyata dapat membahayakan diri sendiri maupun lingkungan. 

Unsur-unsur Baterai   

Baterai yang sering Anda gunakan untuk keperluan sehari-hari ternyata terdiri dari dua jenis utama. Yaitu baterai yang hanya dapat digunakan sekali dan kemudian dibuang yang disebut dengan baterai primer dan baterai yang dapat dipakai beberapa kali karena dapat diisi ulang yang disebut dengan baterai sekunder. 

Baterai primer sering digunakan pada berbagai alat portabel seperti senter dan remote TV, contohnya baterai alkalin. Sedangkan baterai sekunder sering digunakan pada elektronik portabel yaitu baterai ion litium dan pada kendaraan yaitu baterai timbal-asam. Berikut ini masing-masing kandungan dari dua jenis baterai tersebut.

Baterai Primer

Saat ini, ada 4 macam baterai primer yang dimanfaatkan manusia. Berikut diantaranya:

  1. Baterai Zinc-Carbon atau Heavy Duty, mudah ditemukan di supermarket atau toko-toko.
  2. Baterai Alkali memiliki daya tahan lebih tinggi dari baterai Seng Karbon yang tidak menggunakan bahan elektrolit. 
  3. Baterai Silver Oxide terbuat dari material perak atau silver sehingga harganya cukup mahal. Bentuk baterai Silver Oxide cukup kecil dan ringan, namun menyimpan kekuatan tinggi.
  4. Baterai Lithium memiliki kinerja dan kualitas lebih baik dari baterai primer lainnya. Baterai ini memiliki bentuk seperti koin dan juga dapat simpan lebih dari 10 tahun. 

Kandungan dalam baterai primer pada umumnya:

  • Amonium Klorida (NH4CI)
  • Serbuk karbon
  • Mangan Dioksida (MnO2)
  • Karbon
  • Zinc

Baterai Sekunder

Sedangkan baterai sekunder memiliki tiga jenis yang terbagi menjadi:

  1. Baterai Ni-Cd menggunakan material Metallic Cadmium dan elektrolit Nickel Oxide Hydroxide serta dapat diisi ulang. 
  2. Baterai Ni-MH memiliki kapasitas lebih besar dan dapat diisi ulang lebih dari 100 kali. 
  3. Baterai Li-Ion
  4. Baterai yang paling sering digunakan pada laptop, kamera, smartphone maupun peralatan elektronik lainnya karena memiliki kapasitas yang besar. 

Kandungan dalam baterai sekunder pada umumnya:

  • Potassium hidroksida (alkaline)
  • Nikel
  • Cadmium

Kandungan-kandungan dalam baterai inilah yang bisa mencemari lingkungan dan memberikan dampak negatif terhadap tubuh manusia. Sebut saja mangan dan kadmium, unsur ini dapat  memasuki rantai makanan melalui tanamanan yang menangkap unsur logam pada tanah berkonsentrasi tinggi. 

Apabila tubuh sudah keracunan logam kadmium maka waspadalah, sebab akan muncul penyakit seperti kerapuhan tulang, gangguan lambung, kehilangan sel darah merah, kerusakan ginjal, maupun tekanan darah tinggi. 

Selain kadmium, kandungan mangan dalam jumlah tinggi juga dapat memberikan dampak berupa kerusakan pada saraf manusia. Jika tubuh sudah keracunan saraf, Anda bisa menjadi sangat pelupa dan berhalusinasi. Selain kerusakan syaraf, mangan juga dapat menyebabkan penyakit bronkitis, emboli paru-paru, parkinson, bahkan impoten jika dibiarkan berkepanjangan. Masih ada banyak lagi dampak negatif yang bisa disebabkan oleh keracunan mangan, mulai dari insomnia, sakit kepala, kelemahan otot, kebodohan dan skizofrenia. 

Untuk kandungan baterai Li-Ion (termasuk jenis baterai sekunder) yang kerap digunakan oleh kendaraan kecil maupun besar, laptop, gadget dan ponsel didalamnya terdapat unsur kimia lithium. Unsur ini sangat mudah bereaksi terhadap guncangan atau bahkan air dan oksigen. Selain itu, kandungan dalam baterai Li-Ion juga ada beberapa yang membahayakan tubuh manusia, sebut saja asam sulfat dan unsur timah. 

Proses Kerja Baterai pada Peralatan Elektronik

proses kerja baterai

Baterai memiliki dua kutub, yaitu negatif dan positif yang memiliki kemampuan menghasilkan energi kimia dari mengubah energi listrik. Cara kerja baterai sebenarnya sangat sederhana, barang ini menyimpan elektroda-elektroda yang dapat menerima dan memberikan elektron dan arus listrik. 

Arus listrik dalam baterai akan mengalir dari kutub positif menuju ke negatif dan hal ini terjadi sebaliknya pada elektron. Elektron yang dihasilkan pada baterai terjadi karena reaksi kimia yang mengalir dari kedua kutub. Nah, inilah faktor yang mempengaruhi daya tahan baterai dalam waktu tertentu. 

Lalu bagaimana dengan arus listrik yang dihasilkan oleh baterai? Aliran listrik yang terjadi dalam baterai ternyata dihasilkan oleh perpindahan elektron dari reaksi kedua kutub. Dengan adanya arus listrik tersebut, perangkat elektronik bisa digunakan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. 

Fungsi Baterai untuk Keperluan Rumah Tangga

Fungsi baterai utamanya adalah sebagai sumber tegangan atau beda potensial. Baterai memiliki peran besar pada beberapa peralatan elektronik rumah tangga, seperti remote TV dan AC, ponsel, laptop, senter dan masih banyak lagi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa perangkat elektronik yang sehari-harinya Anda gunakan tidak dapat menyala apabila tidak memiliki baterai. Karena memang barang ini mampu menyimpan energi listrik dan menjadi sumber tegangan peralatan-peralatan elektronik tersebut. 

Nah, demikian penjelasan unsur-unsur dan proses kerja baterai. Di atas juga sudah dijelaskan terkait fungsi dari baterai itu sendiri untuk keperluan rumah tangga sehari-seharinya, semoga bermanfaat.

Share

You may also like...