Pemanfaatan dan Penjelasan Dari Bioetanol, Biodiesel dan Biogas

energywatch.co.id – Jika mendengar bioetanol, biodiesel dan juga biogas sudah pasti akan teringat dengan energy atau bahan bakar yang dibuat dari proses dan bahan alami. Ya, ketiganya merupakan jenis biofuel yang hingga saat ini berhasil digunakan di beberapa aspek kehidupan manusia. Biofuel sendiri adalah energy yang terbuat dari makhluk hidup, di mana tanaman adalah salah satu bahan yang paling sering digunakan. 

Ketiga energy di atas sendiri memiliki pemanfaatan dan pengertian yang berbeda, di mana tidak banyak orang yang memahami beda dari ketiga jenis biofuel tersebut. Di bawah ini sendiri akan dibahas secara singkat apa saja manfaat dari bioetanol, biodiesel dan biogas. 

Penjelasan dan Pemanfaatan Bioetanol, Biodisel dan Biogas 

Walaupun sama-sama jenis energy yang masuk biofuel, namun ketiganya memiliki proses pembuatan serta pemanfaatan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat penjelasanya di bawah ini: 

  • Bioethanol 

    • Penjelasan singkat 

Bioetanol adalah ethanol atau ethyl alkohol yang terbuat dari bahan-bahan seperti molase atau tetes tebu, jagung, singkong, sagu dan bahan lainnya yang mengandung karbohidrat. Secara singkatnya dari semua bahan tersebut dibutuhkan proses peningkatan glukosa lalu difermentasi agar mendapatkan senyawa etanol setelah melalui proses destilasi dan dehidrasi. 

    • Produsen terbesar

Hingga saat ini sendiri produsen terbesar dari bioetanol adalah Amerika Serikat dan Brazil. Data tersebut diambil pada tahun 2009, di mana Amerika Serikat menggunakan bahan baku seperti jagung dan kedelai. Sedangkan Brazil sendiri adalah produsen tebu nomor 1 di dunia, jadi pemanfaatan panen pun juga diarahkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. 

    • Pemanfaatan 

Sedangkan untuk pemanfaat bioetanol sendiri digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, di mana ada yang sudah menggunakan bioetanol murni ataupun sebagai campuran. Pertamina sendiri sudah menjual bahan bakar biopremium E5, di mana merupakan campuran antara 5% bioetanol dan 95% bensin. 

Brazil sendiri sebagai produsen bioetanol terbesar telah memanfaatkan penggunaan E 100 atau 100% bahan tersebut sebagai energy kendaraan. Masih ada juga E85% yang merupakan campuran antara 15% bensin dan sisanya menggunakan bioetanol. Namun kendaraan yang menggunakannya harus masuk kategori Flexible Fuel Vehicle. 

penjelasan dan pemanfaatan bioetanol, biodiesel dan biogas

Baca Juga : Daftar Aplikasi Pinjaman Online Terbaik Pilihan Masyarakat

  • Biodiesel 

    • Penjelasan singkat 

Biodisel sendiri adalah bahan bakar yang terbuat dari minyak nabati yang telah melewati proses kimiawi hingga mampu menghasilkan diesel. Untuk bahan baku dari biodiesel ini adalah seperti kelapa, biji jarak, kelapa sawit dan lain sebagainya. Di mana bahan-bahan tersebut akan diambil minyaknya untuk kemudian diproses menjadi diesel berbahan tumbuhan. 

Bisa dikatakan bahwa biodiesel adalah pengganti untuk bahan bakar fosil, di mana memang senyawa yang terkandung sangat dekat dengan bahan bakar kimia saat ini. 

    • Produsen 

Indonesia sendiri adalah produsen minyak kelapa sawit terbesar, sehingga sampai saat ini pun masih masuk dalam kategori produsen terbesar biodiesel di dunia. Walaupun begitu, Amerika Serikat juga menjadi produsen yang cukup besar dengan menggunakan bahan lain. 

    • Pemanfaatan

Untuk biodiesel sendiri selain untuk pengganti bahan bakar transportasi juga digunakan pada industry-industri besar yang membutuhkan energy diesel. Walaupun kadar energy dari biodiesel lebih rendah 100% dari minyak mentah, akan tetapi sudah banyak sekali industry yang menggunakan bahan bakar ini. Hingga saat ini pemanfaatannya pun masih terus dilakukan penelitian secara lebih jauh. 

  • Biogas 

    • Penjelasan singkat 

Dari namanya kita sudah dapat menarik kesimpulan singkat, di mana biogas adalah energy gas yang dihasilkan dari kegiatan anaerobic ataupun fermentasi dari bahan-bahan alami. Biasanya yang digunakan sebagai bahan baku utama untuk mendapatkan biogas adalah kotoran hewan atau manusia, sampah yang biodegradable, limbah domestic ataupun limbah rumah tangga. 

Hasil dari kegiatan anaerobic ataupun fermentasi sendiri akan menghasilkan gas metana serta karbondioksida. Dimana pemanfaatannya pun sangat mendukung untuk kegiatan industri bahkan kehidupan sehari-hari. 

    • Sejarah biogas 

Jika sebelumnya membicarakan produsen, maka dari biogas ini terdapat sejarah panjang yang penting sekali untuk diketahui. Secara singkatnya, bahan bakar ini sudah digunakan oleh bangsa Mesir kuno, Cina dan juga bangsa Roma. Di mana pada awalnya digunakan sebagai sumber panas atau api. 

Namun, untuk proses selanjutnya biogas pertama kali ditemukan oleh Alessandro Volta pada tahun 1776. Hingga akhirnya dapat ditemukan alat penghasil biogas dengan proses anaerobic pada tahun 1900. Sempat digunakan oleh para petani di Inggris dan negara Eropa lainnya untuk bertani pada abad ke 19, tapi akhirnya mulai ditinggalkan setelah masuknya bahan bakar fosil yang lebih murah dan juga mudah untuk didapatkan. 

    • Pemanfaatan 

Untuk pemanfaatan biogas saat ini telah diterapkan di beberapa industri besar yang menggunakan gas sebagai bahan utama. Sedangkan untuk kegiatan sehari-hari sekarang sudah banyak sekali masyarakat yang menggunakan biogas sebagai pengganti dari gas LPG. Walaupun belum luas tersebar, namun penggunaan biogas sendiri sangat bermanfaat sebagai energy gas yang lebih ramah lingkungan. 

Itulah penjelasan serta pemanfaatan secara singkat dari bioetanol, biodiesel dan juga biogas. Di mana pengembangan bahan bakar dari materi hidup akan sangat membantu di masa depan nanti. Tentu saja ini juga untuk mencegah eksploitasi alam besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dunia. 

 

Share

You may also like...